LRT Jabodebek Operasikan Kereta Otomatis dengan Pendampingan Petugas
LRT Jabodebek mengoperasikan kereta tanpa masinis menggunakan teknologi Communication-Based Train Control (CBTC) dengan tingkat otomatisasi Grade of Automation (GoA) level 3. Petugas atau Train Attendant tetap berada di setiap rangkaian untuk memantau perjalanan dan keselamatan penumpang.
Manager Public Relations LRT Jabodebek Raditya Mardika mengatakan Train Attendant dapat mengambil alih kendali secara manual jika terjadi gangguan teknis. Kereta tersebut dirancang melaju dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam.
Layanan LRT Jabodebek mencakup dua lintas utama, yakni Dukuh Atas BNI–Jati Mulya dan Dukuh Atas BNI–Harjamukti. Di Stasiun Dukuh Atas, penumpang dapat berganti ke TransJakarta, KRL Commuter Line melalui Stasiun Sudirman, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, dan MRT Jakarta. Stasiun Cikoko terhubung dengan TransJakarta serta KRL melalui Stasiun Cawang.
LRT Jabodebek melayani hingga 430 perjalanan pada hari kerja dan sekitar 270 perjalanan pada akhir pekan atau hari libur. Tarifnya terdiri atas tarif dasar Rp5.000 ditambah Rp700 per kilometer berikutnya, dengan batas maksimal Rp20.000 pada jam sibuk dan Rp10.000 di luar jam sibuk serta hari libur.
Layanan ini juga menyediakan gerbong khusus wanita di rangkaian paling belakang pada hari kerja, kursi prioritas, dan pos kesehatan di setiap stasiun. Sepeda lipat serta skuter listrik dapat dibawa setiap hari, sedangkan sepeda nonlipat diperbolehkan pada akhir pekan dan hari libur nasional dengan kuota maksimal tiga unit per gerbong.