Elektrifikasi Padalarang–Cicalengka Ditargetkan Rampung 2027 untuk Layanan KRL
Sebanyak 13 proyek perkeretaapian tercantum dalam daftar Proyek Strategis Nasional pada era Presiden Prabowo Subianto. Proyek-proyek itu mencakup kereta konvensional, kereta cepat, LRT, dan MRT, dengan status mulai dari sudah beroperasi hingga persiapan dan konstruksi.
Proyek yang telah beroperasi antara lain tahap pertama Kereta Api Makassar–Parepare, jalur Tebing Tinggi–Kuala Tanjung, akses kereta Bandara Yogyakarta–Kulon Progo, serta jalur ganda selatan Jawa dari Cirebon sampai Stasiun Sepanjang. LRT Jabodebek lintas Dukuh Atas–Harjamukti dan Dukuh Atas–Jatimulya juga tercantum sebagai proyek yang sudah beroperasi.
Elektrifikasi jalur Padalarang–Cicalengka sepanjang 42 kilometer ditargetkan rampung pada 2027. Saat ini, jalur tersebut dilayani Kereta Api Commuter Bandung Raya menggunakan rangkaian yang ditarik lokomotif. Setelah elektrifikasi terealisasi, layanan itu direncanakan beralih menggunakan KRL.
PT KAI juga merencanakan elektrifikasi jalur Cikarang–Cikampek. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut jalur Padalarang–Cicalengka dan relasi Cikampek hingga Jawa Timur sebagai wilayah potensial untuk pengembangan elektrifikasi berikutnya.
Daftar pengembangan lainnya mencakup LRT Jakarta segmen Velodrome–Manggarai yang masih dibangun, MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI–Kota yang berada dalam tahap pembangunan, serta rencana MRT Timur–Barat yang dijadwalkan mulai dibangun pada 2026. Pemerintah juga menunggu studi kelayakan investor untuk rencana LRT gantung feeder Cibubur–Mekarsari.