BP BUMN dan Danantara Minta KAI Susun Masterplan KRL Jabodetabek
BP BUMN dan Danantara mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyusun masterplan transformasi perkeretaapian untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, khususnya KRL Jabodetabek. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan arahan itu saat bertemu Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Masterplan tersebut diminta memuat peta jalan kebutuhan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas jaringan, serta pengalaman pelanggan. Dony meminta KAI menyiapkan roadmap transformasi layanan kereta api untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang.
KAI memproyeksikan jumlah penumpang KRL Jabodetabek mencapai 375 juta orang pada 2026, lebih tinggi dari target awal 369 juta. Hingga September 2026, jumlah penumpang tercatat 271 juta orang, sedangkan volumenya diproyeksikan mendekati 600 juta orang per tahun pada 2036.
Untuk menambah kapasitas, jarak antarperjalanan di lintas Green Line menuju Serpong dan Rangkasbitung ditargetkan kurang dari 10 menit dengan rangkaian SF-12. Penggunaan rangkaian SF-12 untuk meningkatkan kapasitas lintas Cikarang dan Bogor ditargetkan siap pada 2028–2029.
Rencana tersebut juga mencakup optimalisasi jumlah rangkaian, peningkatan kapasitas stasiun dan peron, penguatan sistem komunikasi, serta penanganan titik dengan kepadatan lalu lintas kereta tertinggi.