BNI City jadi tumpuan baru setelah Stasiun Karet berhenti layani KRL
Penutupan layanan naik-turun penumpang KRL di Stasiun Karet langsung mengalihkan tekanan perjalanan harian ke Stasiun BNI City. Mulai hari ini, pengguna Commuter Line tidak lagi dapat naik atau turun di Karet dan diarahkan memakai BNI City sebagai titik pengganti terdekat.
Perubahan itu sudah terlihat dari pergerakan penumpang. Salah satu laporan menyebut 9.320 penumpang tercatat naik-turun KRL di BNI City setelah pengalihan, sementara laporan lain menyebut jumlah penumpang yang turun di stasiun tersebut melonjak 326 persen.
BNI City sebelumnya lebih dikenal sebagai simpul yang terhubung dengan layanan kereta bandara dan kawasan pusat Jakarta. Dengan pengalihan dari Karet, perannya kini bertambah sebagai penyangga mobilitas komuter harian di koridor Sudirman-Tanah Abang.
Kapasitas dan akses menjadi isu utama berikutnya. BNI City disebut mampu menampung 2.000 orang, namun lonjakan pengguna pada jam sibuk tetap akan menguji arus masuk-keluar, antrean, serta kenyamanan perpindahan penumpang.
Bagi pengguna KRL, perubahan ini bukan sekadar pergantian nama stasiun tujuan. Waktu berjalan kaki, rute menuju kantor atau halte lanjutan, dan kebiasaan perjalanan harian perlu disesuaikan selama layanan di Karet tidak melayani naik-turun penumpang.