Bappenas Dorong Integrasi Transportasi Jabodetabek Saat Beban Biaya Capai 30 Persen Pendapatan
Kementerian PPN/Bappenas menyebut pengeluaran transportasi masyarakat dapat mencapai sekitar 30 persen dari pendapatan. Direktur Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Bappenas Taufiq Hidayat Putra mengatakan beban perjalanan meningkat seiring bertambahnya jarak dan menjadi tantangan untuk mendorong peralihan ke transportasi publik di Jabodetabek.
Bappenas mendorong pemerintah daerah di sekitar Jakarta menyediakan fasilitas park and ride. Fasilitas ini memungkinkan warga menggunakan kendaraan pribadi dari rumah menuju lokasi parkir, lalu melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum.
Taufiq mengatakan integrasi transportasi juga perlu mencakup layanan pengumpan atau feeder, tarif, serta sistem data dan informasi perjalanan. Pemerintah mendorong penyelarasan perencanaan pembangunan di kawasan aglomerasi Jakarta agar kebijakan dan infrastruktur antardaerah terhubung.
Kajian Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia yang dirilis pada Maret 2024 mencatat cakupan layanan transportasi publik massal sekitar 78 persen di Jakarta, sedangkan di wilayah Bodetabek berkisar 8–29 persen. Saat kajian itu diterbitkan, integrasi tarif masih terbatas pada layanan yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Wakil Direktur ITDP Indonesia Deliani Siregar mengatakan integrasi transportasi tidak hanya menyangkut bus dan kereta, tetapi juga akses dari rumah menuju halte atau stasiun. Keterbatasan anggaran dan koordinasi antardaerah menjadi tantangan dalam menyediakan rambu, tempat tunggu, dan halte yang layak.