Bali siapkan trem listrik Bandara–Canggu, groundbreaking ditarget Maret 2027
Bali menyiapkan trem listrik berbasis baterai untuk koridor Bandara–Canggu sebagai moda baru mengatasi kemacetan di kawasan wisata utama. Rencana itu muncul bersamaan dengan kerja sama Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT KAI dalam pengembangan perkeretaapian.
Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan peletakan batu pertama proyek tersebut pada Maret 2027. Koridor Bandara–Canggu menjadi perhatian karena menghubungkan pintu masuk utama wisatawan dengan salah satu kawasan paling padat perjalanan di Bali.
Pilihan trem listrik berbasis baterai menunjukkan arah pengembangan transportasi perkotaan yang tidak hanya mengejar kapasitas angkut, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Jika berjalan, proyek ini akan menjadi tambahan penting dalam peta angkutan massal perkotaan di luar Jabodetabek.
Keterlibatan PT KAI membuat rencana ini lebih dari sekadar proyek jalan rel lokal. Pengalaman operator kereta nasional dapat menjadi faktor penting dalam perencanaan operasi, keselamatan, dan integrasi layanan.
Tahap berikutnya yang perlu dicermati adalah kepastian trase, skema pendanaan, serta bagaimana trem ini akan terhubung dengan simpul perjalanan lain di Bali. Bagi warga dan wisatawan, manfaat utamanya baru akan terasa jika layanan tersebut benar-benar memberi alternatif yang mudah, teratur, dan kompetitif terhadap perjalanan jalan raya.